Click Here

Followers

BLOG

Alert (14) Announcment (15) Blogger (8) Cerita Lawak (25) Fakta Number (17) Girls (4) Gosip (2) Huhu (6) Info (23) Internet n komputer (14) Kids (3) On Cinta (12) Pengetahuan Am (12) Renungan (59) Solat (7) Tips (16) events (2)
Showing posts with label Dunia. Show all posts
Showing posts with label Dunia. Show all posts

Benda Sejarah Mesir Ditemukan Kembali


Ilustrasi


KAIRO – Kementrian Peninggalan Purbakala Mesir telah menemukan kembali beberapa harta karun nasional yang hilang dari Musium Mesir ketika terjadi kerusuhan menurunkan Hosni Mubarak.

Harta karun yang meliputi patung Raja Tutankhamun dan benda-benda peninggalan dari era Firaun Akhenaten hilang saat penjarang mendobrak masuk ke musium saat unjuk rasa yang terjadi di sekitar musium di pusat Kairo.

Zahi Hawass, yang baru-baru ini diangkat menjadi menteri negara urusan benda purbakala, mengatakan bahwa telah ditemukan beberapa benda termasuk patung Hati Scarab dan patung kecil Ushabti.

Bagian peti mati dari Kerajaan Modern 3.000 tahun lalu juga ditemukan di luar musium.

"Kami menemukan dua dari delapan artefak yang hilang di luar musium antara gedung pemerintahan yang terbakar dan toko suvenir. Kami akan meneruskan pencarian dan menemukan sisanya,” ungkap Hawass seperti dikutip Reuters, Selasa (15/2/2011).

Artefak yang masih hilang meliputi patung istri Akhenaten, Nefertiti yang sedang menyembah, sebuah patung batu kecil penulis dari Amarna dan patung kayu yang dilapisi emas tubuh dan bagian atas tubuh Tutankhamun.(ahm)

Aset Hosni Mubarak di Prancis Belum Dibekukan


Ilustrasi


PARIS – Juru bicara Kementrian Luar Negeri Prancis Bernard Valero mengatakan Mesir telah meminta Prancis membekukan aset milik para mantan pejabat tinggi Mesir, namun tidak aset Hosni Mubarak.

Selain Prancis, menurut berita yang dilansir Reuters, Selasa (15/2/2011), Inggris juga telah diminta untuk membekukan aset dari mantan pejabat Mesir tanpa mau menyebutkan nama-namanya. Hal ini juga menuntun pada pertanyaan mengenai aset Mubarak, yang diyakini memiliki aset jutaan dolar di luar negeri.

Valero mengatakan Paris menerima permintaan dari Mesir tersebut pada Senin (14/2/2011), namun ia menambahkan permintaan tersebut tidak menyinggung aset baik mantan presiden Hosni Mubarak atau anggota keluarganya.

Sebelumnya, Swiss pada Jumat (11/2/2011) juga telah membekukan aset Mubarak. Langkah Swiss ini merupakan bagian dari upaya keras negara itu membersihkan citra sebagai surga bagi aset-aset haram. Mereka juga telah melakukan hal yang sama terhadap aset milik mantan Presiden Tunisia Zine al-Abidine Ben Ali dan juga Presiden Pantai Gading Laurent Gbagbo.

Mubarak mundur setelah 30 tahun berkuasa pekan lalu di hadapan ratusan ribu demonstran yang terinspirasi dari demonstrasi di Tunisia yang menumbangkan Zine al-Abidine Ben Ali setelah 23 tahun menjabat sebagai presiden di sana.(ahm)

MUBARAK SOROK HARTA £70 bilion


  • Foto





    • Bekas Presiden Mesir pindah aset ke akaun tak dapat dikesan

      LONDON: Bekas pemimpin Mesir, Hosni Mubarak, menggunakan masa menghadapi protes 18 hari bantahan ke atasnya untuk memindahkan kekayaannya ke akaun luar negara yang tidak dapat dikesan dan ada pihak menggesa masyarakat antarabangsa bekerjasama membekukan aset berkenaan.
      “Kami tahu anggota keluarga Mubarak berbual mengenai cara menyelamatkan aset mereka. Penasihat kewangan mereka sudah memindahkannya. Jika beliau ada wang di Zurich, ia mungkin sudah tiada sekarang,” kata sumber perisikan Barat.
      Bekas Presiden Mesir itu dituduh memiliki kekayaan lebih £3 bilion (RM15 bilion) tetapi ada yang memberi angka sehingga £40 bilion (RM200 bilion) dan £70 bilion (RM350 bilion) selepas memerintah 30 tahun.

      Antara aset itu termasuk wang di bank asing, pelaburan, jongkong emas dan hartanah di London, New York, Paris dan Beverly Hills.

      Malah, anak lelaki Mubarak, Gamal, dilaporkan sempat berparti di sebuah kelab malam di Tramp di sini hujung minggu lalu dengan satu bil ‘champagne’ mencecah £16,000 (RM78,115).

      Sumber perisikan itu berpendapat, Mubarak, 82, mungkin belajar daripada kesilapan diktator Tunisia, Zine El Abidine Ben Ali, yang lari ke Arab Saudi diikuti dengan tindakan Switzerland membekukan akaun bank Ben Ali dan juga bekas pemimpin Mesir itu.
      Duta Mesir ke London, Hatem Seif el Nasr, berkata beliau tidak ada maklumat mengenai aset Mubarak.

      “Secara jujur, saya tidak tahu menahu langsung mengenai wang (milik Mubarak),” katanya kepada BBC TV.

      Terbaru, Pejabat Jenayah Serius (SFO) Britain melancarkan operasi mengesan aset dan wang tunai Mubarak di Britain, lapor akhbar Sunday Times tanpa memberitahu sumber langkah itu.

      Ketua SFO, Richard Alderman, berkata: “Masyarakat menjangka kami mencari wang itu jika tahu di mana dan cuba memulangkannya untuk kebaikan penduduk negara itu.”

      Perdana Menteri Britain, David Cameron dilaporkan menerima tekanan hebat untuk segera membekukan aset berjumlah £5 bilion (RM24.11 bilion) yang disimpan di United Kingdom oleh Mubarak.

      Britain boleh membekukan sebarang aset yang ada kaitan dengan Mubarak jika diminta Kesatuan Eropah atau Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu serta kerajaan Mesir.

      Ketika jutaan rakyat Mesir hidup dalam kemiskinan tegar, kaum keluarga Mubarak disyaki melarikan aset berbilion dolar dari negara itu, dikumpul daripada perjanjian perniagaan dilingkari rasuah dan rampasan aset bekas presiden dan monarki. – Agensi

      Amerika di Belakang Revolusi Mesir


      Tank Mesir diserbu pengunjuk rasa (Foto: CNN)




      KAIRO – Terjawab sudah siapa yang berada di balik revolusi yang bertujuan menggulingkan Presiden Mesir Hosni Mubarak. Pihak itu tak lain dan tak bukan adalah Amerika Serikat (AS).

      Skenario itu telah disusun Washington dengan bertema “perubahan rezim” selama tiga tahun terakhir. Skenario itu sangat matang hingga meledak setelah kesuksesan Revolusi Melati yang menggulingkan Presiden Tunisia Zine El Abidine Ben Ali.

      Harian Daily Telegraph terbitan Inggris menyebutkan, AS diam-diam mendukung para pemimpin gerakan revolusi Mesir. Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Kairo pernah membantu seorang anak muda anti-pemerintah untuk menghadiri konferensi para aktivis AS.

      Nama pemuda itu dirahasiakan agar tidak diketahui polisi Mesir.Kemudian,saat datang ke Kairo pada Desember 2008,aktivis itu menuturkan bahwa para diplomat AS menggaet kelompok oposisi untuk merencanakan skenario menggulingkan Presiden Mubarak dan membentuk pemerintahan demokratik pada 2011.
      Aktivis tersebut kini telah ditangkap dalam kaitannya dengan demonstrasi yang merebak akhirakhir ini.

      Identitasnya tetap dilindungi Daily Telegraph. Sementara, data kabel rahasia diplomatik AS yang dirilis situs peretas WikiLeaks menunjukkan, pejabat Washington menekan pemerintah Mesir agar membebaskan para aktivis antipemerintah yang ditahan.

      Dalam data diplomatik disebutkan, pada 30 Desember 2008 Duta Besar AS untuk Mesir Margaret Scobey melaporkan bahwa kelompok oposisi sedang menyusun agenda rahasia “perubahan rezim” yang akan dilaksanakan sebelum pemilu, dan dijadwalkan pada September 2011.

      Memo yang dikirim Scobey dikirim ke Kementerian Luar Negeri AS di Washington itu bertanda “rahasia” dan berjudul “(Gerakan) 6 April, kunjungan aktivis ke AS dan perubahan rezim di Mesir”.
      Data kawat diplomatik juga menyebut bahwa para aktivis mengklaim mendapatkan dukungan dari kekuatan oposisi yang menyepakati rencana tidak tertulis untuk transisi menuju demokrasi parlementer.

      Mereka ingin mengubah konsep tataran pemerintahan Mesir dengan memperlemah kekuasaan presiden dan memperkuat perdana menteri dan parlemen. Rencananya, aksi itu akan dilaksanakan sebelum pemilu presiden 2011. Sumber kedutaan menyebutkan, rencana tersebut sangat sensitif dan tidak boleh ditulis.

      Bagaimanapun, dari dokumen tersebut menunjukkan para aktivis telah didekati para diplomat AS.Para aktivis juga mendapatkan dukungan besar atas kampanye pro-demokrasi dari para pejabat di Washington.

      Ya, aksi demonstrasi Mesir kali ini dikendalikan Gerakan Pemuda 6 April, sebuah kelompok di Facebook yang menarik generasi muda dan kelompok terdidik untuk menentang Mubarak. Kelompok ini beranggotakan 70.000 anggota dan menggunakan situs jejaring sosial untuk mengendalikan demonstrasi.
      Meski akhirnya Mubarak memutus semua jaringan komunikasi di negaranya. Mubarak kini menghadapi tantangan paling berat dalam pemerintahannya selama 31 tahun berkuasa.

      Sebagai sekutu utama, posisi AS pun serbasulit.Tetapi,AS tetap memainkan standar ganda untuk menutupi skenario revolusi. Itu terbukti ketika Obama berkomentar pada pekan lalu mengenai Mesir.
      Presiden AS Barack Obama dalam reaksi atas demonstrasi di Mesir, menyatakan, “Kekerasan bukanlah jawaban dalam penyelesaian permasalahan di Mesir.” Dia juga menegaskan agar Mubarak menempuh langkah reformasi politik. Bisa dibilang, investasi AS untuk Mesir sangatlah banyak.


      Salah satunya adalah militer. AS juga dalam kondisi khawatir karena memikirkan apakah militer Mesir akan berpihak ke Washington atau tidak. Sedikitnya USD1,3 miliar bantuan AS dikucurkan untuk militer Mesir pada 2010.Bantuan untuk pasukan huru-hara dan polisi Mesir berjumlah sekitar USD1 juta.

      “Hubungan dengan militer merupakan suatu hal yang sangat keramat. Militer merupakan elemen penting dalam hubungan dua negara,”ujar Jon Alterman,peneliti di Pusat Kajian Strategi dan Internasional. Washington telah mengancam militer Mesir agar tidak bertindak keras terhadap demonstran.

      Suleiman, Masa Depan Mesir?

      Revolusi Mesir kini tidak lagi fokus terhadap penggulingan Mubarak.Rakyat Mesir dan dunia internasional mengarahkan perhatiannya terhadap Omar Suleiman. Siapa dia? Suleiman telah dipilih menjadi Wakil Presiden Mesir.Dia pernah menyelamatkan Mubarak ketika diserang teroris di Etiopia.

      Penunjukan Suleiman sebagai wakil presiden pada Sabtu 29 Januari lalu merupakan sinyal bahwa dialah calon pemimpin masa depan Mesir yang direstui Mubarak.
      Kedekatan Suleiman dengan militer dan dikenal sebagai pemecah masalah adalah harapan bagi Mubarak yang ingin mempertahankan kekuasaan. Kedua orang tersebut merupakan sahabat lama dan sama-sama dekat dengan Washington.
      Para pejabat AS memandang Suleiman sebagai pemimpin transisi nantinya, setelah Mubarak.
      Dengan dukungan Ahmed Shafiq, 69, yang ditunjuk sebagai perdana menteri, ditambah dengan Hussein Tantawi yang tetap menjabat panglima militer, maka posisi Suleiman semakin kuat.

      “Presiden (Mubarak) memilih seorang pria yang dia percaya ketika dia (Mubarak) sedang digoyang,” ujar Mahmud Shokry, mantan duta besar untuk Suriah dan teman dekat Suleiman,kepada The NewYork Times.

      “Tidak ada keraguan bahwa presiden tidak mengetahui apa yang akan terjadi nanti.” Suleiman, mantan jenderal, menjadi kandidat pemimpin Mesir yang telah diskenariokan kubu Mubarak dan militer.
      Jika Suleiman tetap maju,maka publik akan marah karena itu tidak dikehendaki oleh rakyat Mesir.Jika Suleiman jadi presiden, maka demokrasi otoriter dengan dukungan militer akan terus berlanjut.

      “Dia (Suleiman) merupakan orang yang keras dan kuat dengan orientasi bisnis. Dia juga merupakan negosiator yang ulung,”ujar Emad Shahin, mantan dosen di American University di Kairo.

      Menurut Shahin, setelah aksi demonstrasi besar-besaran ini jelas sekali militer akan mengambil alih.Apalagi, sejarah telah membuktikan bahwa rakyat Mesir memang lebih menghormati militer. Itu disebabkan militer yang menyelamatkan Mesir ketika berperang melawan Israel pada 1967 dan 1973.

      Mencari Pemimpin Alternatif Mesir

      Jadi, apakah Suleiman adalah orang yang dipandang Barat mampu menggantikan Mubarak? Jawabannya memang sangat sulit.Barat tidak memfavoritkan Suleiman sebagai pengganti Mubarak yang telah 30 tahun berkuasa meski wakil presiden baru itu tampaknya akan didukung AS. Telunjuk Barat sebenarnya lebih terarah pada Mohamed ElBaradei yang dielu-elukan Barat.

      Dia dianggap cocok menjadi pemimpin transisi bagi Mesir.Pergaulan yang luas membuat ElBaradei dihargai banyak pihak. Apalagi, dia merupakan seorang sekuler. ElBaradei menyerukan agar Ikhwanul Muslimin seharusnya menjadi partai politik dan bekerja sama dalam satu payung bersama Koalisi Nasional untuk Perubahan. (Koran SI/Koran SI/Koran SI/Koran SI/andika hm) (Andika Hendra Mustakim/Koran SI/faj)


      LinkWithin

      Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...